Ilmu Hadits Riwayah Dan Ilmu Hadits Dirayah

Siluetsenja.com, 04/02/2022   01:34 pm

Ilmu Hadits Riwayah Dan Ilmu Hadits Dirayah
Pict By. Kajian Pemikiran Islam

A.  Defenisi Ilmu Hadits Riwayah
Ialah:” Suatu Ilmu untuk mengetahui sabda-sabda  Nabi, perbuatan-perbuatan Nabi, taqrir-taqrir Nabi dan sifat-sifat beliau”.
1.    Obyek pembahasan dari ilmu Hadits Riwayah ini adalah Pribadi Nabi Saw dari segi  sabdanya,  perbuatannya, taqrirnya dan sifat-sifatnya.
2.    Tujuan dan faedah untuk mempelajari Ilmu Hadits Riwayah ini ialah untuk mengetahui segala yang berpautan dengan pribadi Nabi dalam usaha memahami dan mengamalkan ajaran beliau guna memperoleh kemenangan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat.
3.    Ulama yang terkenal sebagai pelopor Ilmu Hadits Riwayah adalah Muh. Ibnu Syihab az-Zuhry (51 – 124 H), beliau adalah yang pertama-tama menghimpun Hadits – hadits Nabi Saw atas perintah Umar bin Abdul Aziz
B.  Ilmu Hadits Dirayah
adalah “Ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah untuk mengatahui hal ihwal sanad, matan, cara-cara  menerima dan menyampaikan Hadits, sifat-sifat Rawi dan sebagainya
1.    Objek pembahasan dari Ilmu Hadits Dirayah ini ialah keadaan matan, sanad dan rawi Hadits
2.    Tujuan dan faedah mempelajari Ilmu Hadit Dirayah ini ialah untuk mengetahui dan menetapkan tentang maqbul dan mardudnya suatu hadits Nabi Saw.
3.    Ilmu Hadits Dirayah disebut juga pada zaman Mutaqaddimin dengan “Ulumul Hadits”  atau “Ilmu Musthalah al-Hadits”
4.    Sejak pertengahan abad II H, Ilmu Hadits Dirayah telah dibahas tapi masih berserak2an dibeberapa kitab. Barulah oleh Al-Qadhi Ibnu Muh. Ar-Ramahhurmuzy (265 – 360 H) Ilmu Hadits Riwayah dibukukan secara khusus yaitu dalam kitab Al-Muhaddits al-Fadhil baina al-Rawi wa al-Wa’I
C.  CABANG – CABANG ILMU HADITS
1.    Cabang-cabang Ilmu Hadits yang pokok pemabahasannya berpangkal pada sanad dan rawi
a. Ilmu Rijalil Hadits yaitu ilmu  yang  membahas secara umum tentang hal ihwal kehidupan  Rawi dari golongan Sahabat, Tabi’in dan tabi’ut Tabi’in.
b. Ilmu Thabaqatir Ruwaah yaitu ilmu yang membahas  tentang keadaan Rawi berdasarkan pengelompokan keadaan rawi-rawi secara tertentu.Misalnya penelompokan dari segi umurnya, dari segi gurunya dan sebagainya.
c. Ilmu Tarikh Rijalil Hadits yaitu ilmu yang membahas tentang Rawi yang menjadi sanad suatu Hadits mengenai tanggal lahirnya, silsilah/keturunannya, guru-guru yang pernah  memberikan Hadits kepadanya, jumlah Hadits yang diriwayatkan  serta murid-murid yang pernah mengambil Hadits dari padanya.
d. Ilmu Jrh wa Ta’dil  yaitu ilmu yang membahas tentang hal ihwal para rawi dalam bidang mengkritik keaibannya dan memuji keadilannya, dengan norma-norma tertentu, sehingga dengan demikian dapat ditentukan siapa di antara para rawi yang dapat diterima atau ditolak Hadits yang diriwayatkannya.
2.    Cabang-cabang Ilmu Hadits yang pokok pembahasannya berpangkal pada matan , antara lain:
a. Ilmu Gharibil Hadits   yaitu ilmu yang membahas tentang lafadz-lafadz matan Hadits yang sulit dipahami , karena jarang lafadz itu digunakan, atau karena nilai sastranya yang sangat tinggi. Ulama yang  merintis ilmu ini ialah Abu Ubaidah Ma’mar bin Mutsanna At-Taimy (w.210 H) dan Abu Hasan An-Nadla bin Syamil Al-Maziny (w. 204 H).
b. Ilmu Asbabi Wurudil Hadits  yakni ilmu yang menetangkan tentang sebab-sebab atau latar belakang lahirnya Hadits. Yang merintis ilmu ini adalah Abu Hamid bin Kaznah Al-Jubary dan Abu Hafsh ‘Umaru bin Muh. Bin Raja al-Ukhbary.
c.  Ilmu Tawarikhil Mutun    yaitu ilmu yang menerangkan tentang kapan dan waktu apa suatu Hadits itu diucapkan atau diperbuat oleh Rasulullah saw. Ilmu berguna untuk mengetahui nasikh dan mansukhnya suatu hadits. Yang merintis ilmu ini adalah Al-Imam Sirajuddin Abu Hafsh Amr Al-Bulkiny   dan buku yang membahs ilmu ini adalah Mahasinul Istilah.
d. Ilmu Nasikh wal Mansukh  yaitu  ilmu yang membahas tentang hadits yang dimansukhkan dan yang  menasikhkan. Ulama yang merintis ilmu ini adalah Imam Asy-Syafi’I dan Al-Khafidz Abu Bakar Muh. Bin Musa  Al-Hazimy (w. 584 H)
e. Ilmu Talfiqil Hadits  yaitu ilmu yang membahas tentang cara-cara mengumpulkan dua Hadits yang menurut lahirnya, maknanya berlawanan. Dua buah Hadits yang maknanya kelihatan berlawanan , disebut “Mukhtaliful Hadits” , sedang cara-cara untukmengkompromikannya disebut “Talfiqul Hadits” . Ulama yang menghimpun  ilmu ini ialah Imam asy-Syafi’I daalam kitabnya”Mukhtaliful Hadits”.
f. Ilmu Tashhif Wat Tahrif  yakni ilmu yang menerangkan Hadits-hadits yang sudah diubah titiknya dan bentuknya. Hadits yang sudah diubah titiknya disebut Al-Mushahhaf , sedang yang sudah diubah bentuknya disebut Al-Muharraf. Ulama yang dianggap sebagai perintis dalam ilmu ini ialah Ahmad Daruquthny (w. 358 H0 dan Abu Ahmad Al-Askary ( w. 283 H).
3.    Cabang-cabang Ilmu Hadits yang pokok pembahasannya berpangkal; pada sanad dan matan, antara lain:
a. Ilmu ‘Ilalil Hadits  yaitu ilmu yang menjelaskan sebab-sebab yang samar yang dapat mencacatkan suatu Hadits. Ulama yang dipandang ahli dalam ilmu ini antara lain ialah : Ibnu Madany, Ahmad bin Hambal, Al-Bukhary, Ya’qub bin Abi Syaibah, Abu Hatim dan Ad-Daruquthny
b. Ilmu Fannil Mubhamat  yakni ilmu yang menerangkan tentang nama-nama orang yang tidak disebut namanya di dalam matan dan di dalam sanad. Diantara ulama yang merintis  ilmu ini ialah Al-Khatib Al-Bagdady

Belum ada Komentar untuk " Ilmu Hadits Riwayah Dan Ilmu Hadits Dirayah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel