Konsep Islam Tentang Kehidupan Manusia

  Siluetsenja.com, 23/01/2022   10:34 WIB

Pict By. Swamedium

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya yang lain. Manusia merupakan kajian menarik yang penuh misteri, mengkaji tentang manusia tidak akan pernah ada habisnya. Dan yang menarik adalah menyangkut pencapaian kesempurnaan manusia.

Pandangan tentang manusia juga lahir dari dunia barat. Banyak ahli pengetahuan yang mengatakan bahwa manusia berasal dari mahluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan sederhana kemudian mengalami evolusi dan menjadi seperti sekarang.

Sedangkan jika ditinjau dari kacamata Islam, manusia tidak terjadi karena proses evolusi melainkan dengan diciptakan Nabi Adam a.s disusul Siti Hawa dan kemudian keturunan-keturunannya hingga menjadi banya sampai sekarang ini, hal ini didasarkan pada informasi dalam al-Qur’an yang mengungkapkan bahwa Adam ialah manusia pertama. Untuk itu siluetsenja akan berusaha membahas sedikit tentang kehidupan manusia dari konsep islam.

A. Pengertian dan Hakikat Manusia Menurut Konsep Islam

Manusia dalam pandangan kebendaan (materialis) hanyalah merupakan sekepal tanah di bumi. Manusia tidak lebih dari kumpulan daging, darah, urat, tulang, urat-urat, dan alat pencernaan. Akal dan pikiran di anggapnya barang benda yang dihasilkan oleh otak.* Pandangan ini seolah menimbulkan kesan bahwa manusia adalah mahluk yang rendah dan hina, sama dengan hewan yang hidupnya hanya untuk memenuhi eperluan dan kepuasan semata.

Dalam pandangan Islam,  manusia adalah mahluk yang mulia dan terhormat di sisi-Nya, yang diciptakan Allah dalam bentuk amat baik. Ia diberi akal dan hati sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Dengan Ilmu manusia mampu berbudaya. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan dari pada mahluk lainya, dan Allah menciptakan manusia untuk berkhidmat kepada-Nya, seperti dalam firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat 51:56)

Hakikat manusia adalah sebagai berikut:

a.         Mahluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

b.        Individu yang selalu melibatan diri dalam usaha mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk di tempati

c.         Mahluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tak pernah tuntas selama hidupnya

d.        Individu yang tergantung terhadap lingkungan sosial

e.         Mahluk Tuhan yang mengandung kemungkinan baik dan jahat

B. Asal-usul Penciptaan Manusia

a. Manusia dalam Pandangan Antropologi

Manusia dalam pandangan antropologi terbentuk dari satu sel sederhana yang mengalami perubahan secara bertahap dengan waktu yang sangat lama (evolusi). Berdasarkan teori ini, manusia dan semua mahluk hidup di dunia ini berasal dari satu moyang yang sama. Nenek moyang manusia adalah kera. Teori Evolusi yang dikenalkan oleh Charles Darwin ini akhirnya meluas dan terus dipakai dalam antropologi.*

Teori ini mempunyai kelemahan karena ada beberapa jenis tumbuhan dan hewan yang tidak mengalami evolusi dan tetap dalam keadaan seperti semula. Misalnya sejenis biawak/komodo telah ada sejak berjuta tahun yang lalu hingga kini tetap ada. Simpulnya bahwa teori yang dianggap ilmiah itu ternyata tidak mutlak karena teori tidak dapat dibuktikan dengan kenyataan.

b. Manusia dalam Pandangan Agama Islam

Dalam Agama Islam, semuanya telah diatur dan digambarkan dalam kitab suci Al-Quran. Proses pembentukan manusia digambarkan secara jelas oleh-Nya yang jika dipadukan dengan hasil penelitian ilmiah menuai titik temu tentang asal-usul manusia.

Terwujudnya alam ini dengan segala isinya diciptakan oleh Allah dalam waktu enam masa. Keenam masa itu adalah Azoikum,Ercheozoikum, Protovozoikum, Palaezoikum, Mesozoikum, dan Cenozoikum. Menurut penelitian para ahli, setiap periode menunjukan perubahan dan perkembangan yang bertahap menurut susunan organisme yang sesuai dengan ukuran dan kadarnya masing-masing namun tidak berevolusi.*

Manusia dikaruniai akal oleh Allah untuk berfikir, membedakan yang haq (benar) dengan yang bathil (salah), dengan akal pula manusia diharapkan dapat memilah dan memilih nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan.

Selain karunia akal, manusia juga terlahir dengan tiga naluri:

a.         Naluri untuk mensucikan sesuatu: nalui untuk beragama dan menyembah sesuatu yang lebih darinyaat

b.        Naluri untukk melestarian dirinya: naluri kasih sayang

c.         Naluri untuk mempertahankan eksistensi diri : kecenderungan marah, sedih, senang dsb.

C. Proses Penciptaan Manusia

a.    Penciptaan Manusia Menurut Bibel

Penjelasan Bibel mengenai asal-usul penciptaan manusia djelaskan dalam kitab Genesis dalam ayat-ayat yang membahas penciptaan keseluruhan. Salah satu ayatnya berbunyi demikian : “Lalu Tuhan berkata, ‘Biarlah kita membuat manusia dalam citra kita, sesuai dengan kita; dan jadilah mereka menguasai ikan di laut, burung di udara, ternak dan segala suatu diatas bumi serta setiap mahluk yang melata diatas bumi’.*

b.    Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an

Al-Quran menyatakan proses penciptaan manusia mempunyai dua tahapan yang berbeda. Pertama, disebut tahapan Primordial. Manusia pertama, Adam a.s diciptakan dari al-tin (tanah), al-turob (tanah debu), min shal (tanah liat), min hamain masnun (tanah lumpur hitam busuk) yang dibentuk Allah dengan seindah-indahnya, kemudian Allah meniupkan Ruh kedalam diri (manusia) tersebut.

Kedua, disebut dengan tahapan biologi. Di dalam proses ini, manusia diciptaan dari intisari tanah yang dijadikan air mani (nuthfah) yang tersimpan dalam rahim. Nuthfah tersebut dijadikan darah beku (‘alaqah) yang menggantung dalam rahim, kemudian dijadikan-Nya segumpal daging (mudghah), lalu di balut dengan tulang belulang dan kepadanya ditiupkan Ruh (QS.Al-Mu’minun 23:12-14)

Sebelum pembuahan terjadi, 250 juta sperma terpancar dari laki-laki menuju sel telur yang jumlahnya hanya satu tiap siklusnya.

Sperma-sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur, karena saluran reproduksi wanita yang berbelok-belok, kadar keasaman yang tidak sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi wanita, dan gaya gravitasi yang berlawanan. Sel telur hanya membolehkan masuk satu sperma saja.

a). Segumpal Darah yang Melekat di Rahim

Ketika sperma bergabung dengan sel teur , terbentuk sebuah sel tunggal  yang disebut “zigot”, zigot ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging” hal ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop.

Zigot akan melekat di dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap dibumi dengan carangnya, mealui hubungan ini, zigot mampu mendapat zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya.

b). Pembungkusan Tulang Oleh Otot

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS. Al-Mu’minun;14)

Ahli embriologi mengungkapkan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenannya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih menggunakan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al-qur’an adalah benar kata demi katanya.*

c). Sari Pati Tanah dalam Campuran Air Mani

Ketika mani disinggung Al-Qur’an, fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan modern juga menunjukan bahwa mani ditetapkan sebagai cairan campuran:

Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan Manusia dari tanah liat, Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (QS.32: 7-8)

D. Fungsi dan Tujuan Penciptaan Manusia

a. Tujuan Penciptaan Manusia

Tujuan utama penciptaan manusia yaitu agar manusia mengabdi kepada Allah, agar menuruti apa saja yang dierintahkan Allah.

b. Fungsi Penciptaan Manusia

Adapun funsi penciptaan manusia secara global diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:

a)    Manusia sebagai Khalifah Allah di muka Bumi

Khalifah disini maksudnya menjadi penguasa untuk mengaturdan mengendalikan segala isinya. Sebagai edoman hidupp manusia dalam melaksanakan tugas tersebut, Allah menurunkan agama-Nya.

b)   Manusia sebagai Warosatul Anbiya’

Kehadiran Nabi di muka bumi mengemban misi sebagai ‘Rahmatal lil ‘Alamiin’ yakni suatu misi mengajakk manusia dan seluruh alam untuk tunduk terhadap hukum Allah guna kesejahteraan dunia akhirat

c)    Manusia sebagai ‘Abd (Pengabdi Allah)

Fungsi ini mengacu pada tugas manusia sebagai hamba Allah swt yang diwujudkan dalam bentuk pengabdian ritual kepada Allah swt dengan penuh keikhlasan. Konsep ‘abd ini meliputi seluruh aktivitas manusia dalam kehidupannya, semua yang dilakukan manusia dapat dinilai ibadah jika perbuatan tersebut semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah swt.

E. Kesimpulan

a.    Dalam pandangan Islam,  manusia adalah mahluk yang mulia dan terhormat di sisi-Nya, yang diciptakan Allah dalam bentuk amat baik. Ia diberi akal dan hati sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah.

b.    Terdapat dua pendapat mengenai asal-usul manusia, yaitu bahwa asal-usul manusia dari nabi Adam a.s sesuai dengan kitab suci Al-Qur’an. Pendapat kedua berdasarkan penemuan fosil oleh para ilmuwan yang berpendapat bahwa asal-usul manusia sesuai dengan teori evolusi yitu dari kera besar selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentu yang paling sempurna.

c.    Proses penciptaan manusia berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah terjadi dalam dua tahap. tahap Primordial dan Biologi

d.   Tujuan utama penciptaan manusia adalah agar manusia menyembah dan mengabdi pada Allah swt. Sedangkan fungsi penciptaan manusia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

e.    Manusia sebagai Khalifah Allah di muka bumi

f.     Manusia sebagai Warosatul Anbiya’

g.    Manusia sebagai ‘Abd (pengabdi Allah)

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Zakiah Dradjat. Dkk.1986.Dasar-dasar Agama Islam.Jakarta.

Hanykpoespyta.Manusia : Antara Pandangan Antropologi dan Agama Islam.

Muhammad fathurrohman, Proses Kejadian Manusia dan Nila-nilai pendidikan di Dalamnya

Maurice Bucaille.1984.Asal-Usul Manusia Menurut Bibel, AL-Qur’an dan Sains.Bandung: Penerbit Mizan.

http://alhayaat.wordpress.com/2015/03/01/proses-penciptaan-manusia-menurut-islam-dan-iptek

 

Belum ada Komentar untuk "Konsep Islam Tentang Kehidupan Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel